Senin, 09 Desember 2013

Brosur 3 Dimensi




Seperti yang sudah kita ketahui bersama, brosur saat ini sudah menjadi salah satu media promosi yang efektif. Meskipun dunia digital sudah hampir memasuki semua aspek kehidupan manusia, namun tetap saja, brosur memiliki peranan tersendiri dalam menyapa audience.
Karena sudah menjadi sebuah media promosi yang efektif, tentu brosur tidak akan dibuat dengan bentuk yang itu-itu saja. Brosur harus dibuat dengan kreatif dan menarik, sehingga orang yang mendapatkannya bisa teringat terus, dan akhirnya mengingat brand perusahaan secara keseluruhan. Lalu apa brosur yang unik itu?
Brosur hitam putih dengam gambar yang bombastis di dalamnya? Ah, sudah biasa. Brosur full color dengan warna-warni yang menangkap mata? Lumayan, tapi masih biasa.

Sekarang, sudah ada salah satu jenis brosur yang dapat dianggap sebagai salah satu brosur yang kreatif. Brosur ini membuat orang-orang jelas akan mengingatnya. Apakah brosur itu? Yap, sama dengan judul tulisan ini, brosur  tiga dimensi, atau bisa juga disebut pop up brosur. Sebuah brosur yang tidak hanya menampilkan kertas dengan gambar dua dimensi saja, namun ada mekanisme khusus yang membuatnya dapat membentuk objek baru yang seperti benar-benar nyata.
Brosur seperti ini jelas memberikan pengalaman dan kesan tersendiri untuk masyarakat. Bahkan, bisa-bisa orang yang mendapatkannya (secara gratis) akan menyimpan rapat-rapat brosur ini, karena sangat terkesima oleh keindahannya.
Namun, meskipun menjanjikan banyak keunggulan, bukan berarti perusahaan lantas sembarangan dalam membuatnya. Pembuatan brosur tiga dimensi harus direncanakan dengan matang. Terutama dalam hal biaya, karena bentuknya yang unik, mau tidak mau akan menghabiskan banyak biaya. Hitung dengan seksama, dan pastikan tidak akan membuat kantong perusahaan kering.
Selain pada faktor biaya, yang perlu diperhatikan juga adalah pada pesan yang ingin disampaikan. Kita harus benar-benar memahami, seperti apa kesan yang didapatkan masyarakat saat memegang dan melihat brosur kita. Jangan sampai, kita hanya menangkap impresi mereka tanpa mendapatkan hasil yang diharapkan perusahaan. Karena itu, pastikan kita memiliki maksud yang jelas dari setiap pembuatan brosur dengan format tiga dimensi ini.
Pernahkah anda melihat brosur tiga dimensi? Apakah menurut anda itu cukup menarik?